INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
https://www.jurnal.pendidikanbiologiukaw.ac.id/index.php/JIBUKAW
<p>Jurnal Program studi Pendidikan Biologi Indigenous adalah publikasi di bidang ilmu pendidikan biologi dan sains. Artikel yang dimuat berupa: hasil penelitian dan terkait bidang pendidikan dan sains yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau tesis/skripsi akademik atau dipesentasikan dalam ujian skripsi). Jurnal Indigenous Biologi (jurnal pendidikan dan sains biologi ) merupakan jurnal pendidikan biologi- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mempublikasikan karya ilmiah mahasiswa, dosen, guru maupun peneliti.</p>Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacanaen-USINDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI2614-4816OPTIMALISASI PANGAN MASYARAKAT TIMOR LOROSA’E MELALUI PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TAPIOKA SEBAGAI STIK SUSU
https://www.jurnal.pendidikanbiologiukaw.ac.id/index.php/JIBUKAW/article/view/684
<p>Ketahanan pangan merupakan salah satu elemen penting dalam suatu negara. Pemanfaatan pangan lokal untuk menunjang kebutuhan makanan salah satu kunci penting yang perlu dikembangkan. Dalam kajian ini peneliti melakukan pembuatan stik susu berbahan dasar tepung terigu dan tepung tapioka. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Proporsi tepung terigu dan tapioka yang digunakan adalah A1 (70%:30%), A2 (60%:40%), A3 (50%:50%), A4 (40%:60%) dan A5 (30%:70%). Parameter kimia yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, sedangkan uji organoleptik meliputi rasa, warna, aroma dan kerenyahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa stik susu dengan parameter kimia yang nilainya tinggi adalah perlakuan A4 (40%:60%) dengan nilai 0,8133. Untuk parameter organoleptik, data menunjukan bahwa perlakuan yang mendapat respon positif dari panelis adalah perlakuan A4 (40%;60%) dengan nilai 0,896. Data analisis kelayakan usaha stik susu dengan BEP sebesar 6.183.33 unit atau $. 1.613,04 dan RCR = 1,27.</p>Calestino M PereiraMateus Salvador
##submission.copyrightStatement##
2025-12-152025-12-1583849410.33323/indigenous.v8i3.684KARAKTERISASI FERMENTATIF 22 ISOLAT ACTINOMYCETES RHIZOSFER SEBAGAI PROBIOTIK TERNAK MULTIENZIM POTENSIAL
https://www.jurnal.pendidikanbiologiukaw.ac.id/index.php/JIBUKAW/article/view/748
<p>Actinomycetes memiliki potensi tinggi sebagai probiotik multienzim karena kemampuannya menghasilkan berbagai enzim pencernaan. Aktivitas fermentatif penting untuk menilai kemampuan isolat dalam memfermentasi karbohidrat serta menghasilkan produk asam dan gas. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi sifat fermentatif 22 isolat actinomycetes dari rizosfer tanaman di daerah Kupang. Metode yang digunakan melibatkan uji fermentasi menggunakan media <em>Phenol Red Broth</em> mengandung dekstrosa (glukosa), maltosa, fruktosa, dan laktosa. Media diinkubasi dengan tabung Durham untuk mendeteksi produksi gas, sedangkan perubahan warna media mengindikasikan produksi asam. Hasil menunjukkan bahwa seluruh isolat mampu memfermentasi dekstrosa, maltosa, dan fruktosa dengan reaksi fermentasi positif yang dominan. Hanya empat isolat yang menunjukkan fermentasi positif terhadap laktosa. Tiga isolat menghasilkan gas selama proses fermentasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar isolat actinomycetes mengikuti jalur fermentasi homofermentatif (Embden–Meyerhof–Parnas), ditandai dengan produksi asam tanpa atau dengan sedikit gas. Namun, adanya isolat penghasil gas menunjukkan potensi jalur heterofermentatif pada beberapa isolat. Kesimpulannya, sebagian besar isolat Actinomycetes Rhizosfer hasil isolasi menunjukkan karakter homofermentatif sehingga menghasilkan asam dari karbohidrat sederhana, sedangkan sebagian kecil menunjukkan karakter heterofermentatif. Sifat fermentatif ini mendukung potensi isolat sebagai kandidat probiotik ternak multienzim yang dapat meningkatkan pencernaan karbohidrat dalam sistem pencernaan ternak.</p> <p>Kata kunci: Actinomycetes Rhizosfer; probiotik multienzim; fermentasi karbohidrat; heterofermentatif; homofermentatif.</p>Stormy VertygoDedy Dorens MesakHendrikus Saputra LandurGadis Kartika PratiwiAisyah Nurdianingsih P. A.
##submission.copyrightStatement##
2025-12-192025-12-19839510310.33323/indigenous.v8i3.748PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TERUNG (Solanum melongena) PADA MEDIA POLYBAG DENGAN PERBEDAAN DOSIS PEMBERIAN NASA PUPUK ORGANIK CAIR
https://www.jurnal.pendidikanbiologiukaw.ac.id/index.php/JIBUKAW/article/view/738
<p>Pupuk organik cair (POC) merupakan larutan dari hasil fermentasi/pembusukan bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, limbah agroindustri, kotoran hewan, dan kotoran manusia. Pupuk organik cair mengandung nitrogen yang merupakan komponen utama klorofil, protein, asam amino, dan enzim. Pemanfaatan pupuk organik cair untuk budidaya tanaman hortikultura sangat bermanfaat karena memacu pertumbuhan dan perkembangan serta produksi tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan di RT. 052/RW. 009 Kelurahan Liliba. Desain penelitian ini adalah faktorial tunggal yang berdasarkan pemberian <em>NASA</em> pupuk organik cair dengan dosis yang berbeda. Perlakuan diperuntukan untuk tanaman yang berumur 14 HST, 28 HST dan 38 HST. Dengan masing-masing 2 dan 4 g serta diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertumbuhan vegetatif untuk variabel tinggi tanaman dan jumlah percabangan tidak berbeda. Pemberian <em>NASA </em>pupuk organik cair memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah, jumlah bunga dan jumlah buah tanaman terung (<em>Solanum melongena</em>).Tumbuh, Produksi, <em>NASA </em>POC, Terung</p>Nimrot E. M. NeonufaStefanus M. Kuang
##submission.copyrightStatement##
2025-12-222025-12-228310411110.33323/indigenous.v8i3.738